
Pahami karakteristik dari enam jenis plafon bangunan berdasarkan bahan material nya.
Berdasarkan bahan material, setidaknya ada enam jenis plafon bangunan yang umum kita ketahui.
Masing-masing dari enam jenis plafon bangunan tersebut, memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain.
Perlu diketahui, bahwa plafon adalah alas yang berada di bawah atap bangunan, berfungsi sebagai pembatas ruang bangunan sekaligus untuk pelindung tambahan.
Selain itu, plafon juga sebagai ruang instalasi seperti kabel listrik, ducting AC, serta melindungi dari suhu panas pada siang hari dan air hujan.
Lantas, jenis apa saja dari keenam plafon bangunan berdasarkan bahan material tersebut? Yuk, kita simak bersama.
1. Plafon Kayu
Jenis plafon kayu adalah plafon bangunan yang telah ada sejak dulu kala, apalagi sebelum da teknologi modern.
Plafon kayu ini bisa berbentuk balok, batang, ataupun lembaran seperti triplek, tergantung pengolahan dan desain yang diinginkan.
Bahan kayu merupakan material alami dan natural, apalagi jika terlihat motif urat kayu yang estetis dengan finishing transparan.
Plafon jenis ini pun kompatibel sesuai zaman dan gaya, bisa disesuaikan seperti desain klasik maupun modern minimalis misalnya.
Karena bahan yang alami, plafon kayu cukup ideal sebagai penyeimbang alam bangunan seperti tekanan udara dan suhu ruangan.
Meski demikian, plafon kayu rentan terhadap kelembapan, hama atau rayap, serta jamur, terlebih jika terjadi kebocoran dari atap.
Bobot plafon kayu kecuali triplek juga berat dan perawatan yang tidak mudah.
2. Plafon Gypsum
Plafon gypsum mungkin jenis plafon yang paling banyak digunakan untuk bangunan, terutama rumah tinggal atau hunian.
Produk ini berbahan bubuk gypsum yang dipadatkan, lalu dicetak menjadi lembaran solid dengan berbagai macam desain.
Sekilas, plafon gypsum tampa seperti atap beton dengan list atau profil berupa tepian persegi panjang.
Karakteristik plafon gypsum dalam pandangan mata, dibuatkan mirip dan terkesan menjadi satu kesatuan dengan dinding beton, terutama kontur permukaan nya.
Desain plafon gypsum terlihat lebih modern, elegan, sekaligus ada unsur klasik dan megah, apalagi jika terpasang di dalam bangunan besar.
Kelemahan plafon gypsum yaitu rentan terhadap lembap, jamur, dan rayap, terutama jika dibiarkan terkena air akibat bocor dari atap bangunan.
Plafon ini bahkan mudah rapuh dan lapuk daripada plafon kayu, mengingat harga jual yang ekonomis namun tidak tahan lama.
3. Plafon GRC
Karakteristik fisik plafon GRC mirip dengan plafon gypsum, karena pengolahan yang sama terdiri dari cetakan semen dan fiber glass atau serat kaca.
Secara struktur dan kandungan bahan, plafon GRC lebih kuat dan kokoh daripada plafon gypsum, karena diklaim tahan air dan lembap.
GRC sendiri adalah singkatan dari glassfiber reinforced cement, bobotnya lebih berat daripada plafon gypsum.
Akan tetapi, plafon GRC juga rentan terhadap keretakan dan pemasangan antar bagian yang tidak bisa sembarangan.
4. Plafon PVC
Jenis plafon PVC yaitu berbahan material plastik Polyvinyl Chloride dengan banyak keunggulan dan variasi desain sesuai keinginan.
Plafon jenis ini memiliki bobot ringan dan fleksibel, tahan lama, tahan terhadap air dan kelembapan.
Plafon PVC dapat dikombinasikan dengan paduan instalasi lampu LED, juga tampilan custom melalui berbagai tekstur, misalnya menyerupai kayu.
Plafon ini biasanya sering ditemui dalam bangunan modern ataupun minimalis.
5. Plafon Metal
Fungsi plafon metal diukur dari daya kekuatan dan ketahanan untuk menopang beban dan tekanan besar, selain nilai estetika.
Plafon jenis ini biasanya diaplikasikna untuk bangunan komersial maupun publik dengan waktu operasional setiap saat menampung aktivitas tinggi.
Harga jual plafon metal termasuk mahal, namun tidak lembap, meski ada resiko terkena karat akibat kebocoran.
6. Plafon Akustik
Penggunan plafon akustik didasari dengan fungsi ruangan untuk meredamkan suara dan kebisingan, seperti di studio, bioskop, aula, atau juga teater misalnya.
Ada berbagai macam material yang digunakan untuk plafon akustik, diantaranya busa polyurethane, serat kaca, sera mineral, gypsum, hingga kayu ataupun logam.
Itulah karakteristik dari enam jenis plafon bangunan berdasarkan bahan material nya.